Hidup yang berdoa


Lukas 6:12
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah

PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI KJ. 285:2 TUHANKULAH GEMBALAKU
Jiwaku disegarkanNya dan kar’na namaNya
DitunjukkanNya jalanku yang lurus dan baka.

PEMBACAAN FIRMAN : Yehezkiel 37:15-28

HIDUP YANG BERDOA

Berdoa adalah bagian hidup orang percaya. Kita berdoa kepada Allah sebagai sarana berkomunikasi yang dapat kita lakukan kapan saja dan di mana saja. Biasanya, di dalam doa kita menyampaikan permohonan kita kepada Allah. Kita bersyukur, karena Allah yang kita percayai adalah Allah Yang Hidup. Dia adalah Allah Pencipta yang mendengarkan doa yang disampaikan dengan iman dan akan mengabulkan doa yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita mengetahui apa yang sesuai dengan kehendak-Nya? Allah berkomunikasi dengan umat-Nya dengan memberikan hukum dan firmanNya supaya kita melakukan apa yang Dia kehendaki dan menjauhkan apa yang Dia larang. Tuhan Yesus yang adalah Anak Allah, ketika berkarya di dunia ini juga berdoa kepada Bapa-Nya di sorga. Dalam keberadaan-Nya sebagai manusia, Yesus memahami benar betapa pentingnya berdoa sehingga Dia menyediakan waktu dan tempat khusus supaya dapat berdoa dengan tenang.

Bagaimana dengan kita? Nats hari ini mengajarkan kita betapa pentingnya berdoa kepada Allah, Bapa Yang Maha Kuasa. Ada 3 hal penting yang dapat kita petik dari nas hari ini: 1. Jadikan doa sebagai kebutuhan hidup sama halnya dengan kebutuhan fisik. Artinya, jika kita tidak berdoa, maka tubuh dan jiwa kita tidak sehat. 2. Sediakan waktu dan tempat untuk berdoa. Dengan demikian, kita dapat berdoa dengan tenang dan teratur. Berdoa di pagi hari sebelum memulai aktifitas dan di malam hari sebelum tidur harus menjadi kebiasaan yang baik. 3. Tetaplah berdoa (1 Tes. 5:17). Hal ini menuntut ketekunan dan kesetiaan. Hal-hal baik yang dilakukan dengan tekun dan setia akan memberikan hasil yang baik. Pendoa yang benar akan mendengarkan dan melakukan firman Tuhan dalam hidupnya. Dia akan lebih siap dan kuat menjalani seluruh kehidupan karena selalu dalam penyertaan Tuhan. Baiklah kita ingat yang tertulis di Kol. 4:2 “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur”. Amin!

BERDOA

BERNYANYI BE. 109:1 JESUS HAMI RO DISON
Sai songgopi hami on ale Tondi Parbadia sai ajari ma tongtong hami on huhut paria
Martangiang tu Tuhanta asa tongtong oloanNa.

DOA BAPA KAMI

Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Tinggalkan komentar