Yesaya 62:2
Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri
PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI KJ. 285:1 TUHANKULAH GEMBALAKU
Tuhankulah Gembalaku; oleh Nya ‘ku tent’ram
Di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang.
PEMBACAAN FIRMAN : Yehezkiel 37:1-14
HIDUP BERCAHAYA
Sebagai anak-anak terang sudah seharusnya kehidupan kita bercahaya di tengah-tengah dunia yang diliputi kegelapan ini. Bagaimana bisa bercahaya? Yaitu apabila kita tidak lagi hidup “…menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.” (Galatia 5:16-17).
Hanya karena jamahan Roh Kuduslah kita dimungkinkan menerima firman Tuhan dengan hati terbuka, lemah lembut dan antusias. Saat tanah hati kita sudah bersih dari kerikil atau bebatuan, benih firman yang ditabur itu akan bertunas, tumbuh subur dan kemudian berbuah lebat. Maka dari kehidupan kita akan ke luar buah Roh yaitu “…kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaandiri. “(Galatia5:22-23)”.
Hidup yang becahaya tidak bergantung musim yang ada, tapi di segala situasi dan keadaan. Masalah, penderitaan/kesesakan takkan mempengaruhi sikap hati kita bahwa “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Fil. 4:13), sehingga apa pun yang terjadi kita tetap bisa bersukacita dan mengucap syukur. Yusuf adalah contoh orang yang hidupnya bercahaya. Meski berada dalam tekanan dan penderitaan ia tetap tampil sebagai pemenang dan menjadi berkat bagi orang lain. Apa kuncinya? Hidup melekat kepada Tuhan sehingga Roh Tuhan senantiasa memenuhi hidup Yusuf. Penuh dengan Roh Kudus bukan sekedar berkata-kata dalam bahasa lidah, namun hidup sepenuhnya dikendalikan Roh Kudus. Semakin kita bercahaya semakin besar kerinduan melayani Tuhan dan bersaksi kepada orang lain. “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Rm. 12:11). Mengapa kita harus bersaksi? Karena kita ini adalah utusan Kristus, sebagaimana”…Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diriNya. Amin.
BERDOA
BERNYANYI BE. 14:4 PUJI HAMU JAHOWA TUTU
Songkal tongtong, Jahowa tongon,na marmulia, di sasude na tinompaNa i
Hamuliaon ma, di Tuhan Debata.
DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.
