Roh menuntun jemaat


Minggu Perayaan Pertama Pentakosta, 08 Juni 2014

ROH MENUNTUN JEMAAT

(1 Korintus 12:3-13)

Pentakosta adalah hari raya besar orang Yahudi. Pada hari ini umat Yahudi datang dari segala penjuru dunia berkumpul di Yerusalem untuk merayakan Shavuot yaitu festival panen raya. Di kemudian hari, perayaan Pentakosta diadopsi oleh umat kristiani untuk memperingati peristiwa tercurahnya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem 50 hari setelah kebangkitan Yesus.
Turunnya Roh Kudus sebelumnya telah dijanjikan oleh Yesus setelah Dia naik ke sorga. Roh Kudus inilah yang menobatkan kurang lebih 3000 orang dan inilah cikal bakal jemaat mula-mula atau gereja perdana. Jadi sesungguhnya hari Pentakosta disebut juga hari lahirnya gereja di dunia ini.

Saudara-saudara! Roh Kudus yang tercurah kini tinggal bersama-sama kita di dunia ini. Dialah yang menuntun orang pada pertobatan; Dialah yang memimpin setiap orang percaya kepada pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Roh Kudus adalah ‘pemberian’ Tuhan bagi umat yang percaya. Dialah yang menyertai, menguatkan dan menghibur setiap orang percaya. Roh Kuduslah yang member kita kemampuan atau talenta bagi setiap orang percaya untuk dapat melayani gerejaNya, dan melayani sesama. Karena itu, meskipun dalam satu jemaat terdiri dari beraneka ragam kemampuan atau talenta atau karunia. Tetapi kita harus sadar bahwa sumber dari berbagai talenta dan karunia itu datangnya dari Roh yang Satu yaitu Roh Kudus. Karena itu setiap orang yang dituntun oleh Roh Kudus akan hidup seturut dengan keinginan Roh. Keinginan Roh adalah hidup dalam satu persekutuan, disana terdapat sikap yang saling melengkapi, saling menolong dan yang saling mendukung, tidak saling menonjolkan diri apalagi menginginkan penghormatan yang berlebihan atas kerunia yang dimilikinya. Dalam artian Roh yang tercurah atas diri orang percaya memimpin kita untuk hidup dalam kepentingan bersama. Dalam ayat 12 Rasul Paulus menganalogikan keanekaragaman karunia itu seperti satu tubuh yang anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

Karena itu saudara-saudara sebagai orang-orang yang sudah dikaruniai berbagai-bagai karunia marilah kita pakai karunia, atau talenta atau kemampuan dan kebolehan itu untuk pelayanan Tuhan demi kepentingan bersama. Secara khusus ketika kita terlibat dalam kepanitiaan-kepanitiaan di gereja, marilah memberi diri dan mempersembahkan apa saja demi kebaikan persekutuan kita, demi kepentingan gereja dan kemuliaan bagi Tuhan. Marilah kita berlomba member dukungan untuk kepentingan bersama. Percayalah Roh Kudus akan membimbing hidup kita. Amin! (Pdt. Singhan Pardede)

Disadur dari Warta Jemaat, Minggu 8 Juni 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s