Arsip Kategori: Lain-lain

Terperangkap dalam botol


Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna

Di Afrika menangkap monyet menangkap monyet merupakan sebuah hal yang lumrah. Ada berbagai cara yang dilakukan untuk menangkap monyet. Apakah itu dengan memasang perangkap, dengan jaring dan lain-lain. Hari ini di radio saya mendengar salah satu cara yang terbilang unik untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup agar bisa dijual ke kebun binatang atau sirkus-sirkus di Amerika. Metode penangkapannya adalah dengan menggunakan botol-botol berat berleher panjang yang berisikan kacang. Botol-botol itu cukup diletakkan di tanah, dan keesokan harinya ketika si pemburu kembali, ia akan mendapatkan monyet terperangkap didekat setiap botol. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Aroma kacang akan menarik minat monyet. Mereka akan mendekat, memasukkan tangannya ke dalam botol dan menggenggam kacang sebanyak-banyaknya. Karena tangan mereka telah berisi kacang, tangan itu tidak muat lagi untuk ditarik keluar dari botol. Sangat gampang sebenarnya bagi si monyet untuk lolos, yakni cukup dengan melepaskan kacang dalam genggaman dan menarik tangannya keluar. Namun yang terjadi, monyet tidak mau melepaskan kacang dan terus berusaha menarik tangannya berikut kacang-kacang yang ada. Akibatnya monyet-pun terperangkap.

Kita bisa menertawakan kebodohan monyet-monyet itu, tapi sebenarnya kalau kita mau jujur, kita pun sering terperangkap dengan cara yang sama. Seringkali kita sulit melepaskan diri dari dosa-dosa kedangingan seperti harta, tahta, wanita dan lain sebagainya, meskipun kita tahu hal itu tidak berkenan di hadapan Allah bahkan bisa berujung pada hukuman kekal. Banyak juga yang sulit lepas dari belenggu masa lalu, dan terus berjalan tanpa arah dengan membawa “botol berat” itu.

Yeremia 36:26 menuliskan: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Disini kita melihat bahwa pembaharuan adalah merupakan karya Allah melalui Roh Kudus. Artinya Allah akan senantiasa siap untuk memberikan kelepasan dari belenggu apapun yang mengikat anda. Tapi ingatlah bahwa kita pun mempunyai peran dalam proses itu. Kita harus rela untuk memberikan diri kita diperbaharui oleh Tuhan. Tidak seperti hewan, kita memiliki akal budi, yang tidak lain adalah kemampuan kita untuk membedakan hal baik dan buruk, kemampuan untuk bersikap akan sebuah keadaan berdasarkan hati nurani kita. Semua itu telah dipersiapkan Tuhan kepada setiap anda dan saya.

Jika ada diantara anda masih terperangkap pada botol-botol ini, sadarlah bahwa jalan keluar akan anda temukan apabila anda mau melepaskan hal-hal yang membelenggu anda.

Sebuah pertobatan dan pengakuan sunguh-sunguh dihadapan Tuhan bisa menjadi langkah pembuka. Kemudian beri diri anda untuk diubahkan, diperbaharui dan dibentuk kembali oleh Roh Kudus. Ingatlah bahwa semua itu telah disediakan Allah buat kita semua tanpa terkecuali.

Sebuah pembaharuan budi melalui pertobatan akan melepaskan anda dari perangkap yang selama ini mengikat anda.

SEORANG PUTRI KERAJAAN, DILAMAR OLEH TIGA PANGERAN


Kisah zaman dahulu, dimana seorang putri kerajaan yang cantik, dilamar oleh tiga orang pangeran dari kerajaan yang jauh dan berbeda-beda satu sama lain

Ketika penerima tamu kerajaan menerima mereka , heran karena tiga orang pangeran sekaligus itu dari kerajaan yang berbeda datang pada hari yang sama tapi jam yang berbeda untuk melamar putri kerajaan yang cantik ini

Ketiga pangeran ini diberi tantangan untuk menabrak sebuah tembok putih yang kelihatannya kekar dan kuat, sampai roboh untuk masuk pada tantangan berikutnya.

Masing-masing diberi kesempatan yang berbeda, sesuai dengan waktu tiba dan mendaftarkan diri pada penerima tamu kerajaan

Pangeran yang tiba duluan diberi kesempatan pertama untuk masuk, setelah ia tiba ditembok putih itu , ia masih pikir, kalau menabrak tembok ini dan berusaha untuk merubuhkannya bisa membawa kematian, lalu ia mundur teratur.

Sekarang giliran pangeran yang tiba nomor dua, iapun diberi kesempatan untuk menabrak tembok putih itu, agar dapat masuk pada tantangan berikutnya, guna mendapatkan putri kerajaan ini, ia berkata, “kalau saya menabrak tembok ini sampai roboh, alhasil saya akan mati, percuma bukan mendapatkan putri raja ini, tetapi justri mati konyol” , akhirnya ia mundur teratur juga

Kini kesempatan bagi pangeran yang tiba belakangan dengan tantangan yang sama, ia tanpa pikir dan tanpa perhiitungan langsung lari dengan kencang dan menabrak dirinya pada tembok putih besar ini sampai tembus ke dalam.

Ternyata tembok besar yang kelihatan kokoh ini terbuat dari kertas putih, dan dibalik tembok ini sedang duduk putri kerajaan yang sudah siap untuk dinikahinya dan mengadakan resepsi dengan si pemenang atau pangeran yang menang dalam ujian ini

Ia langsung menggendong putri raja dan dibawa ke tempat resepsi dimana para tamu kerajaan itu sedang menanti kedua mempelai, untuk dimulainya resepsi pernikahan

Hidup dalam dunia ini banyak pergumulan dan tantangan yang siap mengganjal kita sebagai ujian iman, jika kita hadapi dengan iman yang teguh , pasti akan mendapat kemenangan, karena telah tersedia anugerah keselamatan bagi setiap orang yang percaya dan mengambil tindakan sebagai respons dalam melewati pergumulan dan tantangan tersebut.

Dalam Yesus ada jawaban dan kemenangan disepanjang kehidupan kita, Setialah dalam perkara-perkara yang kecil maka Allah akan menambahkan tanggung jawab dalam perkara-perkara yang besar, dan orang yang setia sampai akhir, ialah yang selamat.

Demi Nama Baik


Bagi sebagian orang, nama baik sangatlah penting.. Mereka akan melakukan apapun supaya nama baiknya dikenal banyak orang. Ironisnya, ada orang yang mengupayakan nama baiknya dengan cara-cara tidak terpuji. Seperti, menjelek-jeleka­n orang lain, berpura-pura/­berlagak ‘sok rohani‘ agar mendapatkan pengakuan dari orang lain, dan banyak lagi usaha-usaha lainnya untuk meraih simpatik bahkan pujian dari orang lain.

Kisah Para Rasul 5:4b
“Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”
Pertanyaannya : mana yang lebih penting, terlihat baik dan terhormat di hadapan orang atau di hadapan Tuhan??

Yohanes 5:44
“Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?”
Ingatlah bahwa Tuhan senantiasa mengetahui perbuatan kita, bahkan isi hati kita, dan Ia pun menyediakan balasan yang setimpal sesuai rancangan hati serta perbuatan kita!!

Yeremia 17:10
“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

(sahabat doa)

APAKAH BOTOL YANG KAU BAWA PECAH?


Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan pertama yang menjadi dokter dan menjadi Kristen. Ini terjadi pada akhir abad ke-19. Ia bekerja di rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell, seorang misionaris Inggris. Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana.

Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria. Anak ini berjalan lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak melewati hutan dan sawah.

Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang. Sore harinya pukul lima, ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung dan berbisik, “Dokter Lin, botol obat untuk pasien malaria masih ada disini. Tetapi ada satu botol yang hilang, isinya disinfektan“.

Dr. Lin terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, dan benar…isinya obat malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah! Botol-botol dikamar obat itu memang berbentuk sama dan berwarna sama pula, baik obat malaria maupun disinfektan sama-sama cairan.

Celaka kita, ibu itu bisa mati. Disinfektan itu obat keras pembunuh kuman untuk kamar operasi. Kalau sampai diminum, usus bisa terbakar dan orang itu akan mati“, ujar Dr. Lin dengan wajah pucat. Segera mereka melaporkan peristiwa ini kepada Dr.Maxwell.

Ia juga terkejut, “Sekarang pukul lima, anak itu pergi dari sini pukul tiga, jadi ia sudah hampir tiba. Tidak mungkin kita mengejarnya. Dan kita tidak tahu jalan kedesa itu”, ujar Dr.Maxwell. Dr.Maxwell termenung, lalu ia berkata, “Mulai hari ini semua obat keras tidak boleh diletakkan diatas meja. Sekarang panggil semua karyawan untuk berkumpul. Kita akan berdoa“.

Begitulah semua orang yang bekerja di rumah sakit itu berkumpul dan berdoa. Dr. maxwell berdoa, “Tuhan, kami telah membuat kecerobohan. Ampunilah kami. Nyawa seorang ibu sedang terancam. Tolonglah dia, cegahlah dia agar tidak meminum obat yang salah itu……

Malam harinya Dr. Lin berdinas malam. Ia harus bertanggung jawab atas kematian ibu ini. Esok harinya, ketika masih subuh pintu diketuk. Ternyata itu anak yang kemarin membawa botol yang keliru. Mukanya pucat ketakutan.

Dr. Lin juga takut. Kedua orang itu berdiri saling memandang dengan gugup. Kemudian anak itu berkata, “Maaf dokter. Kemarin saya bawa botol itu sambil berlari, lalu saya jatuh, botol itu pecah dan isinya tumpah“.

Dr. Lin yang masih terpaku karena gugup langsung bertanya, “Kapan jatuhnya?“. Anak itu menjadi makin ketakutan, “Maaf, dokter. Saya baru datang sekarang, jatuhnya kemarin sore, menjelang gelap,” Dr. Lin langsung ingat : Menjelang gelap itu adalah saat ketika semua karyawan rumah sakit berkumpul mendoakan ibu anak ini! Jiwa ibu anak ini tertolong, isi botol yang salah itu tidak sampai terminum, karena botol itu pecah ditengah jalan.

Kita bisa lihat peristiwa ini dari sudut si anak. Ia pulang membawa botol obat ini sambil berlari. Ia ingin cepat-cepat memberikan obat ini kepada ibunya. Ia ingin menunjukkan baktinya kepada ibunya. Ia ingin ibunya cepat sembuh. Anak ini tidak mengetahui bahwa botol yang sedang dipegangnya berisi racun. Ia tidak bisa membaca tulisan dibotol itu, ia buta huruf. Anak ini berlari terus. Jalan dari desa ke rumah sakit di kota sangat jauh. Perginya dua jam, pulangnya dua jam. Ia letih, lalu tiba-tiba ia tersandung. Ia jatuh. Mungkin ia terluka, tetapi yang paling celaka, botolnya jatuh dan pecah, cairan isinya tumpah ditanah. Bayangkan bagaimana perasaan anak itu. Ia kecewa, sedih dan takut. Bagaimana kalau penyakit ibunya makin parah. Bagaimana kalau dokter itu marah? Anak ini sangat terpukul oleh kejatuhan ini.

Saat itu ia belum tahu bahwa justru terjatuhnya dia ini menolong nyawa ibunya. Mungkin orang lain akan tersenyum, “Ah, itu cuma kebetulan”. Namun orang percaya akan bersaksi, “Tuhan bisa bekerja melalui sebuah ‘kebetulan’ bagi orang lain”.

Itulah juga kesaksian Rasul Paulus di Roma 8:28 : “….Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia….”

SEGALA SESUATU” berarti segala keadaan atau segala kejadian, baik berhasil maupun kejatuhan. Kejatuhan dapat berbentuk musibah, penyakit atau kegagalan. Seringkali kita mengira bahwa Allah hanya hadir dan bekerja dalam keberhasilan. Padahal Allah juga hadir dan bekerja dalam kejatuhan. Apa tujuan Allah bekerja dalam kejatuhan?
Paulus menjawab : “.. …untuk mendatangkan KEBAIKAN….”. (Roma 8:28).

Jadi Tuhan dapat mendatangkan kebaikan melalui sebuah kejatuhan

Foto diatas meja


Seorang artis pencandu obat-obatan dan divonis oleh dokter bahwa dia terkena virus HIV, kini tergolek sekarat di rumahnya. Seorang teman datang untuk menghibur dan mencoba menguatkan imannya. Namun dosa-dosa yang telah diperbuat sang artis ini telah membutakannya sehingga dia merasa sangat putus asa. “Aku berdosa”, katanya. “Aku telah menghancurkan hidupku sendiri dan kehidupan banyak orang di sekelilingku. Sekarang aku tersiksa dan tidak ada lagi yang bisa aku perbuat untuk memperbaikinya. Aku akan masuk neraka.”

Temannya ini melihat ada sebuah potret gadis kecil yang cantik dan lucu dengan figura indah di atas meja kecil di samping tempat tidur sang artis. Lalu dia bertanya, “Foto siapa ini?”

Mendengar pertanyaan itu, si artis bangkit semangatnya dan menjawab dengan antusias, “Itu putriku. Dia adalah mutiara hidupku. Satu-satunya yang terindah yang aku miliki”.

“Apakah kamu akan menolongnya jika dia mendapat kesulitan atau apakah kamu memaafkannya apabila dia melakukan kesalahan. Apakah kamu masih menyayanginya?”, tanya sang teman.

“Tentu saja”, jawab sang artis. “Aku akan melakukan apapun demi dia. Mengapa kamu bertanya seperti ini?”

“Saya ingin kamu tahu bahwa Allah juga punya foto dirimu di atas mejanya.”

Sang artis tersentak. Sudah lama ia tidak mendengar kata Allah dan bahkan tidak pernah mengucapkannya.

Saudara, mengapa kita sering menghakimi diri kita sendiri dengan tuduhan-tuduhan yang kejam, dengan pikiran-pikiran yang jelek? 

Kalau kita saja menghakimi diri sendiri seperti itu, bagaimana dengan orang lain? 

Apakah kita lupa, bahwa kita ini milik kepunyaan Allah? 

Apakah kita lupa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk membuktikan kepada kita bahwa kita ini berharga dan mulia? 

Kita sangat sangat dikasihi-Nya. Seburuk apapun kesalahan dan pelanggaran kita, Allah mau mengampuninya. 

Kasih-Nya menutupi semuanya. Kasih-Nya tulus, yang dibuktikan-Nya dengan datang sebagai Bayi kecil, kemudian Dia mencurahkan darah-Nya untuk menebus kita dan menguduskan kita sekali untuk selamanya. Dia bukan hanya mempunyai foto diri kita, tapi juga keseluruhan hidup kita. Kita harus bersyukur karena kita terpahat ditangan-Nya.

ALFA DAN OMEGA


Adalah huruf pertama dan huruf terakhir alphabet Yunani dan biasanya digunakan sebagai simbol kekekalan Allah dan kuasa Kristus dari penciptaan sampai pada akhirat (Why 22:13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir”).

Kedua huruf ini sering digabung dengan simbol-simbol lain, misalnya salib (kekekalan karya keselamatan dalam Yesus Kristus) atau Alkitab (kekekalan Firman Allah).

Ketaatan


Richard Cecil, bocah yang taat

Seorang anak kecil, Richard Cecil, berusia 9 tahun, bersama ayahnya berjalan menuju ke luar kota. Tatkala sampai di perbatasan kota, sang ayah berkata , “Anakku, ayah memiliki banyak urusan di kota itu. Jangan ke mana-mana dan berdirilah di sini sambil menunggu ayah kembali.” Ayahnya pun segera memasuki kota. Namun akibat begitu banyak urusan di kota itu, sang ayah akhirnya lupa pada anaknya. Setelah kelelahan berjalan, ia menerima tawaran seorang teman untuk menumpang kereta kuda untuk pulang. Akhirnya ia tiba di rumah sekitar pk 21.00. Setelah mandi ia keluar sambil memanggil anaknya. “Richard! Kemarilah nak, ayah ingin bercerita tentang pengalaman ayah di kota itu!” Setelah tidak mendengar respons dari anaknya, sang ayah akhirnya sadar bahwa anaknya tidak berada di rumah, dan ia sadar di mana sang anak berada. Dengan mengabaikan rasa letih dan laparnya, ia segera bergegas menuju kembali ke luar kota, lalu menemukan anaknya sedang duduk tepat di mana ia berdiri sejak ditinggalkan ayahnya siang tadi!
Pemegang Janji

Yesus Kristus, Sang Kebenaran itu sendiri berbeda dengan sang ayah yang melupakan anaknya. Dia adalah Tuhan yang tidak pernah terlelap dan lalai. JanjiNya untuk memberikan kepuasan bagi kita apabila kita lapar dan haus akan kebenaran, bukanlah sebuah janji kosong. Tetapi kita harus bertanya kepada diri sendiri : apakah kita memiliki kerinduan atau terus-menerus merasa lapar dan haus akan kebenaranNya? Marilah kita mewujudkannya dengan tindakan nyata : melaluiNya. Konsekuensi logisnya, kita akan menjadi orang Kristen dan rohaniawan yang saleh di dalam iman, serta menjadi orang yang bahagia di dalam hidup ini. Yang lebih indah lagi, keberadaan kita akan dinikmati sesama sebagai pembawa berkat Allah.

(Buku Kristus Mengubah Hina Menjadi Mulia by. Dr. Jenny Wongka)