Arsip Kategori: Ibadah Harian

DIA SANG HIDUP


Saat Teduh……………….

01. Nyanyian KJ. No.4:1. “Hai Mari sembah”
Hai mari sembah Yang Maha besar, Nyanyikan syukur dengan bergemar
Perisai umatNya, Yang Maha esa, Mulia namaNya, takhtaNya megah.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 25:6-9
 Malam : 1 Petrus 1:13-16

03. Renungan: 1 Yohanes 5:12.
Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Allah telah mengaruniakan kita kehidupan kekal dan kehidupan ini diperoleh di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Jalan beroleh kehidupan kekal adalah dengan memiliki Anak Allah. Mengapa memiliki Anak mutlak perlu untuk dapat beroleh kehidupan kekal? Allah menyatakan Kasih-Nya kepada kita melalui pengorbanan Anak-Nya. Mengapa Kristus harus mati untuk kita? Kita semua tanpa kecuali adalah orang-orang berdosa. Alkitab berkata kita semua telah berdosa, tidak dapat menerima kemuliaan Allah. Dengan kata lain, dosa telah memisahkan kita dari Allah yang memiliki kekudusan sempurna. Berdasarkan karya Yesus Kristus yang telah dikerjakan-Nya di atas kayu salib untuk kita, maka Alkitab menyatakan “Barang siapa memiliki Anak, ia memiliki hidup” Kita dapat memiliki Anak itu, yaitu Yesus Kristus, satu-satunya Penyelamat kita melalui iman secara pribadi, yakni dengan percaya kepada Kristus dan mengakui serta menerima karya kematian-Nya di salib untuk dosa-dosa kita. Ini berarti setiap orang dapat datang kepada Allah dengan cara yang sama –yaitu datang kepada-Nya sebagai orang berdosa yang menyadari keberdosaan kita, menolak segala bentuk usaha dan cara manusia dalam menyelamatkan dirinya sendiri dan berserah dan beriman penuh hanya kepada Kristus untuk keselamatan kita. Ya Allah, saya menyadari bahwa saya adalah orang berdosa, dan tak ada satupun yang dapat saya perbuat untuk mendapatkan kehidupan kekal. Saya percaya Yesus Kristus telah mati untuk saya dan telah bangkit dari kematian. Sekarang saya mau menerima Dia sebagai Juruselamat saya dan berserah penuh hanya kepada Dia sebagai satu-satunya jalan ke surga .Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 279:1. Pasahat ma sudena
Pasahat ma sudena na hinolsohonmi. Tu Debata Jahowa Pardenggan basa i
Ai guru di Ibana do tano dohot laut; Lan pe di tahi jolma rohaNa do na saut.

06. Doa Bapa kami – Amin.

SAKSI KRISTUS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 25:1-5
 Malam : 1 Petrus 2:8b – 12

03. Renungan: 2 Timotius 1:8.
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Nats pada hari ini merupakan surat dari Paulus kepada murid yang terkasih Timoteus untuk ikut memberitakan Fiman Tuhan. Kata “Malu” merupakan perasaan negatif seseorang akbat penilaian dari masyarakat sekitarnya karena melanggar kebiasaan atau norma yang berlaku dan umum. Perasaan malu membuat hilangya ketidakpercayaan diri dam keyakinan untuk bertindak dan melakukan sesuatu. Bersaksi bagi Kristus, dalam hal yang sederhana dapat kita lakukan dengan berbagai hal, antara lain: Pertama, menceritakan bagaimana Tuhan telah bekerja dalam diri kita sehingga mengenal keselamatan. Berita tentang keselamatan yang telah kita terima dari Yesus Kristus, adalah hal yang layak dan penting diceritakan kepada semua orang, khususnya mereka yang belum mengenal dan menerima keselamatan.Tujuannya ialah agar banyak orang yang percaya dan diselamatkan oleh Kristus. Kedua, menyaksikan perubahan hidup yang kita alami karena kerja kuasa Roh Kudus. Jika memperhatikan para rasul yang menjadi saksi-Nya, hal yang besar dan prinsip mereka lakukan ialah memperlihatkan bagaimana hidup mereka mengalami perubahan. Misalnya Simon Petrus mengalami perubahan dari seorang yang takut dan pengecut menjadi pemberani; dan tidak pernah takut tentang apa yang akan mereka hadapi. Perubahan hidup; apalagi jika hal itu sesuatu yang spektakuler berasal dari Roh Kudus, akan menjadi sangat “power full” bagi semua orang yang mendengarnya. Ketiga, mengajarkan Firman Tuhan yang telah merubah kehidupan kita. Untuk banyak hal, dan dalam berbagai kesempatan mengajarkan Firman Tuhan adalah sarana efektif untuk bersaksi. Mari kita meminta pertolongan dan penyertaan Roh Kudus agar kita tidakmalu dan takut tetapi menerima kekuatan, kasih dan ketertiban menjadi saksi Kristus. Amin.

04. Berdoa

05. Nyanyian BE. No. 18:1 “Ungkap Bahal Na Ummuli”
Ungkap bahal na umuli, bagas ni Debatangki, Ai tusi do au naeng muli,
ganup jumpang Minggu i. Hulului do disi, bohi ni Debatangki.

06. Doa Penutup.

ALLAH PENGASIH SETIA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi kepala
Ia menang; g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yunus 2:1-10
 Malam : Matius 12:38-42

03. Renungan: Yunus 2:7.
Ketika jiwaku letih kesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepadaMu, ke dalam bait-Mu yang kudus

Kisah nabi Yunus sering kita dengar sejak sekolah minggu, bagaimana dia menentang perintah Allah dan menyesali kembali pemberontakannya dari dalam perut ikan. Ketika diutus Tuhan, Ia sengaja menjauhkan diri dari Allah karena godaan duniawi atau karena merasa takut untuk menghadapi kenyataan. Yunus merasa gentar menghadapi kejahatan yang begitu besar di Niniwe. Kisah ini menjadi karakter manusia kebanyakan saat ini, yang tidak mengindahkan perintah Allah tetapi lebih memilih kondisi nyaman atau masuk ke ‘safety zone’ (zona aman). Kita tidak merasa perlu mengoreksi kesalahan-kesalahan yang terjadi di sekitar komunitas kita dan tidak merasa bertanggug jawab untuk memberitakan Firman kebenaran Allah. Biarlah hal tersebut menjadi tugas atau kewajiban fihak lain. Jangan cari risiko. Yunus mengetahui kota Niniwe sudah menyandarkan keyakinan kepada berhala yang sia-sia dan meninggalkan Allah. Sebagai umat pilihanNya kita harus menyadarkan orang lain dari berhala duniawi ini. Nyatakanlah bahwa sumber hidup hanya ada di tangan Allah melalui penebusan Tuhan kita Yesus Kristus. Sebenarnya sebelum Yunus dimakan ikan, dia sudah sadar bahwa Allah telah murka atas penyelewengannya. Dia meminta kepada pelaut untuk mencampakkannya ke laut setelah ombak yang berkecamuk. Mazmur 103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tuhan selalu mendengarkan dan mengabulkan doa kita asalkan kita sadar bahwa kita adalah manusia lemah dan berdosa yang selalu mengharapkan belas kasih-Nya semata. Kasih Allah akan menghantar kita pada suatu kemenangan abadi yaitu kemuliaan beserta Allah, sebagiamana doa Yunus hari ini. Tuhan mengabulkan doa Yunus dan memerintahkan ikan itu memuntahkan Yunus kembali (ay. 10). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan!
Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN SUMBER KEADILAN DAN KEBENARAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yunus 1:1-17
 Malam : 1 Korintus 15:21-28

03. Renungan: Yesaya 33:22
Sebab TUHAN ialah hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.

Kita sering mendengar berita maupun informasi tentang ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat, banyak contoh contoh yang dapat dengan mudah kita dapatkan melalui media online saat ini. Ketidakadilan membawa penderitaan yang berkepanjangan dan dapat memicu keresahan sosial yang pada akhirnya dapat menumbangkan suatu pemerintahan dan ini sudah dialami oleh kita di negara Republik Indonesia yang kita kenal dengan Reformasi pada tahun 1998. Banyak korban berjatuhan bahkan ratusan orang yang meninggal dalam proses reformasi tersebut. Sungguh catatan yang kelam bagi sejaruh bangsa kita, bangsa Indonesia. Hal ini desebabkan ketidakadilan dan banyaknya ketidakbenaran yang dilihat oleh masyarakat pada saat itu. Kalaulah semua sistem yang telah ditetapkan berjalan dengan baik maka rasa ketidakadilan yang dialami masyarakat tidak akan muncul dan situasi dapat dikendalikan. Demikin juga firman ini yang menegaskan bahwa hanya Tuhan-lah yang menjadi sumber keadilan dan kebenaran dan. Seperti kisah Nabi Yusuf (kejadian 39) yang mana Yusuf difitnah lalu dipenjara dan akhirnya dia dibebaskan berkat campur tangan Tuhan kemudian Nabi Yusuf diangkat menjadi pejabat tinggi di tanah Mesir. Apabila ada diantara kita saat ini yang mengalami penderitaan akibat ketidakadilan, perlakuan yang semena-mena dari orang lain, Intimidasi dan lain sebagainya, maka serahkan semuanya kedalam tangan Tuhan biar Tuhan yang menyelesaikan, jangan berputus asa dan menyerah, dekatkan diri kepada-Nya karena hanya Dia sumber keadilan dan kebenaran dan Dia adalah Raja dari segala raja yang mampu mengatasi semua masalah yang kita hadapi. Amin.

04. Berdoa

05. Nyanyian BE. No. 23:1 “Jesus Hami Ro Dison”
Jesus hami ro dison asa masihangoluan,
ipe ro ma Ho tuson jala baen ma pardomuan
Ni TondiM tu tondinami Unang mampar rohanami.

06. Doa Penutup.

BERUSAHALAH TUHAN AKAN MEMBERI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi kepala
Ia menang; g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Hakim-hakim 6:36-40
 Malam : 1 Korintus 15:12-20

03. Renungan: Kejadian 32:26
Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak akan memberkati aku.”

Kejadian 32:26 adalah bagian dari kisah pergumulan Yakub dengan Allah dimana Ia bergumul sepanjang malam hingga menjelang pagi dan Yakub tidak dapat dikalahkan dan Ia tidak mau melepaskanNya sebelum memberi berkatNya. Tindakan Yakub ini menggambarkan bagaimana dirinya berjuang untuk mendapatkan berkat dari Allah, tidak ada yang mudah, termasuk dalam kehidupan kita. Didalam kehidupan sehari hari kita kita sering mengampangkan dan kurang usaha pada akhirnya kita sering gagal dan menyalahkan pihak lain untuk kegagalan itu dan tidak menyadari bahwa kegagalan itu adalah dimulai dari diri kita sendiri. Pada ayat ini kita melihat bagaiman Yakub berusaha merebut berkat dari Allah dengan tidak melepas Allah. Yakub menyadari siapa yang dilawannya berkelahi pada saat itu walaupun dia telah terluka tapi terus berusaha pantang menyerah, dia berfikir kesempatan tidak datang 2 kali sehingga dia berusaha untuk menang dan memperoleh berkat dari Allah. Demikian juga Allah yang telah memberikan nafas kehidupan pada kita, Allah memberi kesempatan kepada kita dan pada saat yang sama banyak hambatan yang merintanginya seperti misalnya pada saat kita mau beribadah ke gereja tiba tiba datang hujan yang besar niat kita mau kegereja langsung surut dengan alasan kalau turun dari mobil diparkiran kena hujan sehingga sepatu atau baju basah akhirnya keputusannya minggu depan aja kegerejanya tanpa ada usaha mengatasi masalah tadi dan akhirnya berkat yang seharusnya kita dapat pada saat kita kegereja menjadi hilang. Demikian juga dalam bisnis, banyak kesempatan yang hilang begitu saja akibat kita kurang berusaha, mudah menyerah, mengeluh dan akhirnya kita rugi. Marilah kita bekerja keras dan berjuang untuk merebut peluang, seperti yang tertulis dalam Penghotbah 9:10 “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga,” Jangan sia- siakan waktumu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan!
Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MEMUJI TUHAN DENGAN HATI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di Muka Tuhan Yesus”
Di Muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Kidung Agung 8:6-7
 Malam : Yohanes 20:11-20

03. Renungan: Mazmur 16:7.
Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku

Dipastikan setiap orang ingin hidup bahagia tetapi dalam relita hidup sehari-hari banyak orang yang jauh dari kebahagiaan. Dalam nas ini, “Tuhan memberikan kebahagiaan bagi yang berserah kepadaNya”. Tuhan memberikan arah yang benar untuk memudahkan kita mendapatkan kebahagiaan seperti yang kita impikan. Setiap orang berusaha hidup tanpa masalah, tanpa kesulitan hidup dan segala sesuatu yang menjadikan kehidupannya penuh dengan rasa khawatir dan resah, kemungkinan besar bagi setiap orang yang memiliki harta kekayaan yang berlimpah di dunia ini, ingin membeli kebahagiaan jika ada jualnya, karena walaupun hartanya berlimpah, cukup segalanya, belum tentu hidupnya bahagia, karena kebahagiaan yang sesungguhnya hanyalah milik Tuhan dan hanya Dia yang dapat memberikan kebahagiaan kepada kita setiap umatnya. Jika ingin mendapatkan kebahagiaan ada beberapa poin yang harus kita lakukan sesuai dengan nas ini, antara lain:

  1. Jangan mencari perlindungan selain Tuhan Yesus yang kita sembah.
  2. Kita harus kudus dihadapanNya, melakukan segala sesuatunya sesuai FirmanNya.
  3. Iman teguh dan tidak goyah, Hanya Tuhan yang dipuji dan di sembah.
  4. Berpasrah kepadaNya dan beriman, bahwa Tuhan memberikan yang terbaik dalam hidupku sesuai kehendaknya Tuhan.
  5. Senantiasa pujilah kebesaran Tuhan siang dan malam.
  6. Bersukacitalah, karena Tuhan akan selalu menjagai kita walaupun banyak ancaman yang melanda hidup. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENDERITA KARENA KEBENARAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku. Orang lain Kau hampiri
jangan jalan t’rus.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Kidung Agung 5:9-6:3.
 Malam : 1 Korintus 15:1-11.

03. Renungan: 1 Petrus 3:18.
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh

Hidup selalu diwarnai dengan masalah dan penderitaan. Hidup identik dengan penderitaan. Banyak orang yang berpendapat bahwa jika kita hidup sesuai dengan prinsip-prinsip firman Tuhan, maka kita akan mengalami hidup yang penuh dengan sukacita dan bebas dari segala kesulitan. Ada kalanya kita akan mengalami penderitaan justru karena kita memilih untuk tetap berdiri tegak di atas kebenaran. Bagi Petrus, penderitaan karena kebenaran jauh lebih baik daripada penderitaan yang harus dialami karena orang berbuat jahat. Menderita karena kebenaran adalah sebuah berkat. Sukacita tidak serta merta terhenti ketika penderitaan karena kebenaran harus dialami. Sukacita yang dimaksud bukanlah semacam perasaan yang menyenangkan, tetapi sukacita karena tahu bahwa kita telah melakukan sesuatu yang diperkenan Tuhan. Memang bisa saja terjadi bahwa penderitaan yang terjadi karena berbuat baik merupakan kehendak Tuhan. Maka hal yang perlu kita ingat adalah bahwa dunia ini telah membuat Kristus menderita padahal Dia hidup sesuai kehendak Allah. Oleh karena itu selalu ada kemungkinan bagi para pengikut Kristus untuk menanggung penderitaan karena kebenaran. Dan penderitaan semacam itu mengidentifikasi kedekatan kita dengan Tuhan kita. Petrus mengingatkan untuk tidak takut terhadap ancaman manusia, sebaliknya jadikanlah penderitaan sebagai sebuah kesempatan untuk menyatakan kebenaran Injil.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 197:1. Namarmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.