Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

MULIAKAN ALLAH KARENA RAHMATNYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 322:1. “Terang Matahari”
Terang matahari telah menyinari segala neg’ri
dan gunung dan padang dan sawah dan ladang senang berseri.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kolose 2:6-15.
Malam : Filipi 2:1-11.

03. Renungan: Roma 15:11.
Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.”

Phenomena bahwa orang Kristen yang lemah membuat dia menjadi malu terhadap yang kuat, sama seperti kesombongan orang Kristen yang kuat membuat dia menjauh dari yang lemah. Kedua hal ini semestinya tidak terjadi dan inilah yang menjadi perhatian rasul Paulus dan mengingatkan agar orang yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan janganlah mencari kesenangan sendiri. Sebagai orang Kristen kita sudah menerima dan percaya bahwa Allah telah menyatakan Kasih dan Keadilan Nya melalui pengorbanan dirinya dalam diri Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit untuk menebus kita dari hukuman dan kematian akibat dosa-dosa kita. Kita memperoleh keselamatan dari Tuhan dan sewajarnyalah kita mau menuruti FirmanNya untuk hidup saling mengasihi. Lebih jauh lagi kita diingatkan, bahwa oleh karena KebenaranNya, Yesus Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang bangsa Israel dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa lain dapat memuliakan Allah karena rahmatNya (Ro.15:8-9). Rahmat atau Karunia Allah ini jugalah yang membawa kita suku Batak dan terkhusus HKBP mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Atas rahmatNya ini maka kita bersukacita, bermazmur, memuji, menyembah dan memuliakan Allah. Kiranya Allah yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kita sehingga dengan satu hati kita memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 198:1. Aut uang ho
Aut unang Ho jambarhu ale Jesus. Aut so mudarMu mangondihon au
Tung na tudia, na ma au pardosa, marhaporusan.

06. Doa Bapa kami – Amin.

ROH KUDUS, ROH PENOLONG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah di kuatkan iman
Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 124:1-8.
Malam : Filipi 1:12-18.

03. Renungan: Galatia 3:14b.
Sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Secara etnik, suku Gaul yang suka perang mendominasi kehidupan bangsa Galatia. Dibawah pemerintahan Kaisar Romawi mereka sangat mendambakan kebebasan dan memperoleh Keselamatan. Hal ini terlihat dari banyaknya mereka bertobat karena pekerjaan pekabaran Injil dari rasul Paulus. Tapi, ternyata mereka segera berubah dan meragukan kerasulan Paulus oleh karena pemberitaan Ahli Taurat bangsa Jahudi yang mengajarkan Injil lain dengan keharusan sunat dan memenuhi peraturan-peraturan dalam Hukum Taurat. Dalam perikop ini Paulus menekankan dan mengingatkan bahwa diwaktu mereka bertobat, mereka telah menerima Roh bukan karena melakukan Hukum Taurat tetapi semata-mata karena percaya kepada pemberitaan Injil, yakni hanya karena Iman (Gal.3:2). Didalam Yesus Kristus ,kita beroleh berkat bapa Abraham yang dibenarkan karena percaya kepada janji Tuhan (Kej.15:6). Melalui pengorbanan Yesus diatas kayu salib, kita berhak untuk setiap berkat yang pernah Tuhan ucapkan kepada Abraham.

Bahwa kita dibenarkan dan diberkati Tuhan bukan karena apa yang kita lakukan melainkan apa yang kita percaya. ”Orang yang benar akan hidup oleh iman”. (Gal.3:11 b). Bukan berarti berbuat baik, hormat pada orangtua, beramal, bekerja keras, rajin beribadah atau melayani itu salah. Tapi, bukanlah itu dasar dari Abraham mendapatkan berkat Tuhan, melainkan karena percaya kepada Tuhan. Percaya dan andalkanlah Yesus Kristus saja sebagai Tuhan dan Juruselamat satusatunya, maka kita beroleh Roh Kudus roh penolong yang telah dijanjikanNya.Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 221:1 Saleleng Jesuski
Saleleng Jesuski na mandongani au.
Maporus holso-holsongki, sai di Ibana au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERSERU KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 274:1. “Bila nanti Yesus datang”
Bila nanti Yesus datang menata intanNya
Tiap orang yang percaya kepunyaanNya
Tiap orang percaya kelak bercahaya
Bagai intan permata dimahkotaNya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Tesalonika 4:7-12.
Malam : Galatia 4:1-11.

03. Renungan: Lukas 6:46.
Mengapa kamu berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, pada hal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Seorang murid sekolah menengah ke atas datang dengan sopan kepada Gurunya meminta maaf karena dia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan rumahnya karena dia tertidur malamnya dan pagi-pagi sudah buru-buru harus berangkat ke sekolah. Beberapa hari berikutnya si anak kembali datang kepada sang Guru sembari meminta maaf tidak bisa mengumpulkan pekerjaan rumah karena bukunya tertinggal di Sekolah. Karena kesalnya si Guru bilang begini, pulang saja kau ke rumah tak ada gunanya kau ke sekolah ini dengan tidak membuat pekerjaan rumah, tidak usah kau panggil aku gurumu. Si Anak terbengong-bengong karena dia merasa sudah memberi hormat kepada Guru dan minta maaf atas kesalahannya. Sang Guru berkeyakinan, tanpa membuat pekerjaan rumah atas pelajaran yang diajarkan seorang guru pasti murid tersebut tidak akan pernah menjadi pintar. Ada banyak orang kelihatan saleh dan sopan, rajin ke Gereja dan merasa dekat dengan Tuhan namun perilaku hidupnya sehari-hari dia banyak melakukan penipuan, kecurangan, membenci, berkata-kata kasar, pemarah, tidak mengurusi keluarganya dengan baik dan lain sebagainya. Mungkin kita banyak mendengar berita tentang seorang Pendeta, tapi dalam hidupnya sehari-hari tidak melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Sekarang dia meninggalkan keyakinannya sebagai orang percaya dan menjadi pembawa berita-berita palsu. Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Maka jalanilah hidup dengan iman dan ketaatan kepada Yesus Kristus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Na marmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i.
Ima Tuhanta Jesus, silehon tua i, silehon tua i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PERCAYA DAN TIDAK BERPALING


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 240a:1. “Datanglah ya sumber rahmat”
Datanglah ya sumber rahmat selaraskan hatiku.
Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti.
Ajar aku maha indah, gita balai sorgaMu.
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yohanes 5:19-25.
Malam : Galatia 3:15-29.

03. Renungan: Mazmur 40:5.
Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan, yang tidak berpaling pada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan.

Kepercayaan dibangun atas dasar saling percaya dan penuh keyakinan, bahkan menjaga kepercayaan adalah modal awal dari sebuah hubungan yang kita jalani. Di perusahaan sekali pun, kepercayaan sangat mahal harganya. Seorang yang tidak dapat menjaga kepercayaan atas pekerjaanya dan teman kerjanya akan mengalami penyesalan di dalam hidupnya, bahkan dia akan mengalami kegagalan dari sebuah pekerjaan yang telah dia bangun. Sungguh, kepercayaan itu sangat mahal harganya dan itu tidak dapat dibuat-buat melainkan yang lahir dari diri kita sendiri atas pengajaran yang kita terima dari kecil hingga saat ini.

Pemazmur mengajar dan mengajak kita untuk menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Menaruh kepercayaan maksudnya adalah menjaga dengan komitmen dan kosisten percaya hanya kepada Tuhan. Seberat dan sesulit apapun masalah kita, pemazmur menegaskan bahwa orang yang menaruh kepercayaan kepada Tuhan akan mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku. Artinya kita diajak untuk sungguh-sungguh hanya menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan bukan kepada masalah dan persoalan yang kita hadapi saat ini, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 212:1. Haholongan na badia
Haholongan na badia sian Tuhan Jesus i.
Sai songgopi sai bongoti roha dohot tondingki

06. Doa Bapa kami – Amin.

TERANG DUNIA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 33:1. “SuaraMu kudengar”
SuaraMu kudengar, memanggil diriku. Supaya ‘ku di Golgota,
Dibasuh darahMu. Aku datanglah, Tuhan padaMu;
dalam darahMu kudus, sucikan diriku.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 2:14-18.
Malam : Bilangan 13:1-2.

03. Renungan: Yohanes 1:9.
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia

Dosa telah menjadikan kehidupan seluruh manusia gelap. Pernahkah Anda dalam kegelapan untuk waktu yang lama ?. Satu minggu dalam kegelapan tentu sangat menyengsarakan bukan ?. Hal itu tidak seberapa dibandingkan kalau hati dan pikiran kita gelap. Manusia yang tidak berpengharapan juga hidup dalam kegelapan. Dosa adalah penyebab hidup manusia gelap dan upah dosa adalah maut abadi. Demikianlah kondisi manusia sejak kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa. Hidup sarat dengan permusuhan dan kedagingan seperti iri, benci, serakah, penyembahan berhala, sombong, dan sebagainya. Namun karena kasih Allah rela merendahkan diriNya datang ke dunia menjadi sama dengan manusia. Allah yang mulai mengosongkan diriNya (kenosis), lahir dalam kehinaan dan penolakan. Tidak lahir dalam istana tapi di kandang domba, tidak disambut dengan meriah, tapi ditolak. Padahal dia Allah dan Raja segala raja.

Terang yang sesungguhnya telah datang dalam diri Yesus Kristus. Inilah respon yang diminta untuk setiap kita: 1) sadar sebagai orang berdosa, 2) menyesali dosa dan bertobat, dan menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, 3) mengundang Yesus tinggal dalam hati kita, 4), Menyaksikan kasihNya kepada orang lain.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 122:4. Ida hinadenggan ni
Diparbaga Debata tu na marsaroha da
Pasupasu na godang ima roha na sonang.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PEGANGLAH JANJI TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 4:12-17.
Malam : Galatia 3:1-14.

03. Renungan: Yehezkiel 16:8b.
Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu.

Nas ini merupakan gambaran kegagalan bangsa Israel untuk mempercayai Tuhan dan sebaliknya berupaya dengan kemampuannya sendiri mencari bantuan kepada bangsa-bangsa asing untuk menghadapi krisis politik yang mereka alami. Hal ini merupakan penyelewengan dan ketidaksetiaan di hadapan Tuhan. Di tengah situasi seperti ini firman Tuhan datang kepada Yehezkiel agar ia menyerukan ingatan terhadap masa lalu Israel yang memalukan, sementara mereka tidak lagi menyadari bahwa semua yang dimilikinya tidak lain berasal dari Tuhan. Sebagai respon atas anugerah Tuhan yang sedemikian besar, mereka bukannya hidup dengan setia, namun sebaliknya tanpa rasa malu mengikuti nafsu mereka yang di luar akal sehat (ay. 15-22). Inilah gambaran dari kondisi nyata umat Tuhan, yang sedemikian mudah melupakan anugerah yang besar dan mengikuti nafsu yang berada di luar akal sehat. Inilah suatu cerminan yang memalukan bagi kita yang seringkali juga berada dalam kondisi yang sama. Alasan dari seruan firman Tuhan yang memperhadapkan mereka dengan rasa malu ini adalah kesetiaan Tuhan dalam memelihara janji-Nya, sehingga melalui rasa malu ini mereka dituntun untuk mengingat serta mengenali dosa-dosanya.
Hendaklah kita memiliki kesadaran dan kepekaan tentang siapakah diri kita di hadapan Tuhan, dengan harus berusaha untuk tidak mengikuti nafsu yang menuntun kita bertindak di luar akal sehat. Marilah kita meresponi seruan Tuhan yang memperhadapkan kita dengan rasa malu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 207:1. Sai tiop ma tanganku
Sai tiop ma tanganku sai togu au. Paima tos hosangku ramoti au
Ndang olo au mardalan sasada au. Sai Ho ma ale Tuhan manogu au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

AKHIR TAHUN GEREJAWI


Inilah Minggu terakhir bagi kita berdasarkan perhitungan tahun gerejawi, sekaligus minggu ini kita pakai sebagai moment untuk memperingati saudara-saudara kita yang telah meninggal mendahului kita dari dunia ini. Memasuki minggu seperti ini terbersit dalam benak kita bahwa segalanya akan berakhir. Dunia akan berakhir, dan dengan sendirinya aktifitasnya akan berhenti. Manusia tidak abadi, sebab itu dia tidak kebal menghadapi masa akhir itu. Kehidupannya akan terhenti, perbuatan dan ucapannya akan berakhir. Di saat kita memperingati saudara-saudara kita yang telah meninggal, yang sudah lebih dulu mengalami masa perhentian dari dunia ini, kita disadarkan bahwa kita pun akan berhenti dari kehidupan dunia ini. Untuk itu firman ini mengajak kita untuk mengabdi bagi Tuhan selagi masih hidup. Minggu khusus ini mengingatkan kita dalam beberapa hal, yaitu: Pertama: Hidup ini tidak lama hanya sekejap, namun kita diajak mengisi setiap detik kehidupan ini dengan perbuatan dan perkataan yang baik. Kedua: Berjalanlah dengan Tuhan sebab Dia akan mengawali hidup kita selama di dunia ini. Ketiga: Masa akhir kita di dunia ini, sekaligus menghantarkan kita mempersiapkan diri kita dan memasuki awal tahun gerejawi yang baru.