Mengakui Yesus di depan manusia


Minggu I Setelah Trinitatis, 22 Juni 2014
Ev: Matius 10:24-39
Ep: Yeremia 20:7-13

Mungkin agak sulit untuk secara terus terang jika kita adalah pengikut Kristus, secara khusus di dalam situasi yang semakin terhinpit dalam dunia yang tidak mengenal Kristus. Tetapi hal ini tidaklah disukai oleh Allah, sebab bagi Allah semua orang yang telah dipanggilNya menjadi muridNya, harus menunjukkan siapa dirinya dan bagaimana imannya, bahkan dengan ancaman sekalipun. Manusia memang mengetahui apa yang baik dalam kehidupannya.

Tapi pada kenyataannya manusia lebih memilih apa yang menyenangkan untuk dilakukan. Artinya, memilih apa yang menyenangkan itu merupakan upaya diri manusia untuk menghindar dari kesukaran, penderitaan, perjuangan, pengorbanan dan keterbebanan. Sebab untuk melakukan yang baik sangatlah sering kita harus “melawan khendak hati” kita. Sama seperti yang dikatakan oleh Yesus bahwa barangsiapa yang hendak mengikutNya maka ia harus pikul salib. Manusia cenderung kalah oleh “bayang-bayang” yang seolah-olah berkata “kamu tidak bisa” atau “kamu tidak sanggup”. Atau juga oleh perkataan “kita kan Cuma manusia biasa” (emangnya ada manusia luar biasa). Semua ini sebenarnya hanya melemahkan kita. Bukankah kita punya begitu banyak kesaksian Alkitab yang menjadikan manusia itu mampu melewati batas-batas kewajaran atau kebiasaan yang berlaku. Dan bukankah juga Yesus mengatakan agar bila kita merasa letih lesu dan berbeban berat untuk datang padaNya. Perenungan bagi kita adalah seberapa besar kita mengandalkan Tuhan untuk membantu kita untuk memikul salib kita?

Melakukan kebaikan bukanlah melakukan apa yang kita inginkan. Melakukan kebaikan adalah melakukan apa yang Tuhan inginkan. Dasar pikir yang harus kita bentuk dalam diri kita adalah melakukan kebaikan adalah merupakan tindakan yang menyenangkan hati Tuhan. Dan menyenangkan hati Tuhan adalah sebagai ungkapan percaya dan syukur bahwa Tuhan adalah Imanuel. Karena itu, mari kita mengingat perkataan Yesus yang berkata: “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga”.

(Pdt. Kadir Manullang-Taman Adiyasa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s