HAKEKAT PERTOBATAN


Kamis, 18 Maret 2021

PERSIAPAN
• Persiapan, pembagian tugas
• Saat teduh

BERNYANYI BE No. 372:1, ROHANGKU SAI HALASHON MA
Rohangku sai halashonma sude na sian Debata, luhut denggan basa-Na.
Sai tatap hauma i sude, nang porlak dohot tombak pe; na uli do rupana, nauli do rupana.

PEMBACAAN FIRMAN
▪ Pagi : Yesaya 30:15 – 18
▪ Malam : Ibrani 4:1-13

RENUNGAN
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
Matius 3:8

Pertobatan (repentance: English) adalah sebuah istilah teologis yang mendeskripsikan tentang sebuah tahapan atau proses berpaling dari dosa. Di dalam Perjanjian Lama, kata bertobat identik dengan kembali dari kemurtadan (Yeremia 3:11,14). Tindakan bertobat juga dapat didefenisikan sebagai upaya berbalik arah (U-turn) dari jalan hidup yang dijalani saat ini. Dalam konteks keimanan, seseorang tidak dapat mengatakan dirinya telah mengalami pertobatan jika jalan hidupnya masih tidak sejalan dengan kehendak Kristus. Ada semacam ukuran atau patokan atau kriteria akan pertobatan yaitu kebaharuan kehidupan rohani, karena pertobatan itu sendiri adalah karya ilahi dimana jika seseorang telah bertobat -baca berbalik kepada Allah, tercermin suatu tindakan, perbuatan pribadi plus campur tangan Allah.

Kitab Ratapan 5:21 menyatakan orang berdosa bertobat kepada Allah jika Allah membawa orang itu kepada pertobatan. Lihatlah, bagaimana Allah juga berkarya dalam pertobatan Daud yang menegornya melalui nabi Nathan, ada inisiatif dan upaya Allah didalammnya. Ketika mengakui dosa, kita perlu mengundang Allah untuk campur tangan dan berkarya dalam keinginan pertobatan itu, karena roh memang penurut tetapi daging lemah (Mat 26:41). Kita diingatkan untuk selalu berjaga-jaga agar tindakan pertobatan yang dilakukan tidak menjadi sia-sia dan kembali jatuh kedalam pencobaan alias dejavu repentance -kita merasa telah menjadi manusia baru dalam pertobatan, padahal kita sebenarnya merasa masih berada dalam kondisi yang sama dengan sebelumnya.

Jika demikian adanya, pertobatan hanya akan berhasil jika Allah juga berkarya dan kita undang untuk terlibat serta Allah juga berkenaan untuk terlibat. Sehingga hakekat pertobatan memiliki sebuah tujuan yaitu harapan adanya sebuah pengampunan dari Allah agar dosa kita dihapuskan (Kis 3:19) dikabulkan Allah. Pada akhirnya, refleksikanlah pertobatan yang sudah terjadi dalam hidup kita sesuai dengan buah-buah roh yang tampil dari setiap tindakan jasmani dan spritual kita. Amin

BERDOA
▪ Ibadah Minggu
▪ Orang tua yang berhikmat
▪ Syukur atas berkat

BERNYANYI KJ. No. 27: 2, MESKI TAK LAYAK DIRIKU
Sebagaimana adanya jiwaku sungguh bercela, darahMulah pembasuhnya; ‘ku datang, Tuhan, padaMu.

DOA PENUTUP
Doa Bapa kami-Amin.

Disadur dari Buku Ibadah Harian
EIDISI KE 48. BULAN MAR APR 2021 | KAMIS , 18 MARET 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s